Beijing – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memohonkan agar para pengusaha China bukan perlu khawatir mengenai kondisi Indonesia saat pilpres 2024.
"Jadi juga jangan sampai ada yang digunakan dimaksud khawatir mengenai pemilihan umum 2024 yang mana digunakan akan datang, sebab Indonesia sudah berpengalaman melakukan pemilihan umum secara langsung selama lima kali! 'So you dont need to worry, you just need to hurry'," kata Presiden Jokowi dalam Indonesia-China Business Forum, pada Beijing, China, Senin.
Hadir dalam forum yang mana disebut sekitar 200 orang pengusaha China, kemudian juga 100 orang pengusaha jika Indonesia.
"Jadi apalagi yang dimaksud bapak ibu tunggu? Indonesia adalah tempat untuk berinvestasi, pertumbuhan perekonomian Indonesia konsisten dalam atas 5 persen, neraca dagang Indonesia juga surplus 41 bulan berturut-turut, PMI (Purchasing Managers Index) di area dalam level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut, bonus demografi mencapai puncak di area tempat 2030-an," kata Presiden Jokowi pula.
Tidak ketinggalan, Presiden Jokowi juga memasarkan insentif-insentif yang digunakan itu sudah disiapkan.
"Dan tentu semata stabilitas sosial kebijakan pemerintah yang tersebut mana selalu terjaga. Ini adalah kemungkinan investasi, yang tersebut mana tak cuma menguntungkan Indonesia tapi juga RRT," ujar Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, kerja sejenis Indonesia juga China juga harus sama-sama menguntungkan.
"Karena bagi Indonesia, kerja serupa itu harus saling menguntungkan, harus sama-sama 'cuan qian' (menghasilkan keuntungan), kalau tiada ada 'cuan', bapak ibu juga tak ada akan datang ke Indonesia. Sekali lagi harus sama-sama 'cuan qian'," ujar Presiden Jokowi lagi.
Dalam acara hal hal tersebut diimplementasikan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh 31 perusahaan Indonesia kemudian China, antara lain di dalam area bidang elemen penyimpan daya kemudian kelistrikan.
Setelah acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman juga Investasi (Menko Marves) Ad-interim yang digunakan mana juga Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pada antara perusahaan-perusahaan penandatangan MoU ada juga BUMN selama Indonesia.
"Total ada 31 perusahaan, dari BUMN kurang lebih banyak lanjut ada 9 tadi, ada IBC, Indonesia Battery Coorporation itu membangun kerja mirip CATL industri akumulator listrik. Tadi juga saya lihat ada PLN bekerja identik dengan PLN China itu bagaimana perbaikan grit," kata Erick Thohir.
Erick Thohir menyebut sistem listrik termasuk saluran listrik, sebab pada masa depan, sumber listrik harus hijau.
"Tadi kita lihat juga ada kemungkinan kerja serupa bagaimana kita bangun hidropower untuk PLN. Hal-hal ini yang tersebut yang saya rasa ini sangat optimis kemudian juga ini sangat positif saya rasa serta ini menjadi bagian bahwa kita memang harus terus dorong pengembangan industrialisasi dalam Indonesia," kata Erick pula.